Kesalahan Fatal Waktu Mencuci Tangan

Kesalahan Fatal Waktu Mencuci Tangan, Justru Menyebarkan Penyakit

Kesalahan Fatal Mencuci Tangan  РUntuk mendesak pergerakan penyebaran virus SARS-CoV-2 pemicu COVID-19, pemerintahan tidak berhenti-hentinya menggiatkan program 3M. Yakni menggunakan masker, membersihkan tangan, dan jaga jarak dan menghindar keramaian.

Sayang, tiada diakui, ada banyak yang belum betul-betul pas membersihkan tangan, hingga usaha penjagaan penebaran virus jadi kurang optimal.

Baca Juga: Resiko Dari Bahaya Batu Empedu

Berikut ini akan diterangkan kesalahan fatal pada saat mencuci tangan apa yang kerap dilakukan beberapa orang waktu membersihkan tangan. Yok, baca!

Begitu cepat membersihkan tangan

Mencuplik EurekAlert!, satu riset yang diedarkan dalam Journal of Environmental Health menyertakan 3.749 simpatisan pemakai toilet umum. Hasilnya, cuman 5 % saja yang membersihkan tangan setelah dari kamar mandi, dengan waktu lumayan lama untuk dapat mematikan kuman pemicu infeksi.

Dijumpai, sekitar 33 % simpatisan tidak memakai sabun waktu bersihkan tangan, dan yang prihatin, sekitar 10 % tidak membersihkan tangan sama sekalipun. Dibanding wanita, pria rupanya terburuk dalam membersihkan tangan secara benar.

Menurut Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC), diperlukan waktu seputar 15-20 detik untuk membersihkan tangan sama air mengucur dan sabun agar bisa mematikan kuman secara efisien. Tetapi, berdasar riset, rerata orang membersihkan tangan cuman 6 detik saja.

Walau sebenarnya, membersihkan tangan adalah cara salah satu yang paling efisien dalam kurangi penebaran penyakit menyebar. Masih menurut CDC, ketidakberhasilan membersihkan tangan secara benar sudah berperan sekitar nyaris 50 % pada pandemi penyakit karena makanan (foodborne illness).

Melepaskan kuku dan antara jemari

Kekeliruan yang lain sering dikerjakan waktu membersihkan tangan ialah tidak menggosok sisi kuku atau antara jemari. Walau sebenarnya, menurut Dr. Roshini Raj, clinical associate professor di NYU Langone Health, Amerika Serikat (AS), ke Reader’s Digest, kuman senang bersembunyi di bawah kuku dan antara jemari. Karenanya, tidak boleh lepas membersihkannya.

Yakinkan menggosoknya secara benar sampai tercipta busa sabun, hingga raib seluruh kotoran, minyak, atau kuman yang melekat di kulit.

Biarkan tangan masih basah

Kadang sebab tergesa-gesa, tangan yang habis dicuci masih didiamkan basah. Walau sebenarnya, menurut Dr. Raj, kuman suka berkembang biak di lokasi yang lembap. Biarkan tangan basah makin lebih mempermudah terkena kuman dari permukaan yang disentuh sesudah bersihkan tangan usai, misalkan dari permukaan gagang pintu.

Karena itu, yakinkan tangan betul-betul kering sesudah bersihkan tangan. Seharusnya pakai tisu bersih dan jauhi pemakaian hand dryer.

Merilis Harvard Health Publishing, satu riset yang keluar dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology ungkap bahaya dari pengering tangan (hand dryer) yang umum berada di toilet umum.

Dijumpai melalui riset, cawan petri yang didiamkan terkena udara dalam kamar mandi sepanjang 2 menit, hasilkan kurang dari 1 koloni bakteri. Saat itu, cawan petri yang diuraikan hand dryer sepanjang 30 detik, hasilkan rerata 18-60 koloni bakteri.

Beberapa periset menyangka, cemaran bakteri pada hand dryer berlangsung waktu seorang menyirami toilet tiada penutup. Ada percikan udara memiliki kandungan bakteri dari toilet yang selanjutnya terhisap ke dalam hand dryer dan dapat membuat orang yang memakainya terkena bakteri itu. Karenanya, sedapat mungkin jauhi hand dryer dan tentukan tisu untuk keringkan tangan setelah dicuci.

Memercayakan hand sanitizer

Walau terlihat remeh, kenyataannya membersihkan tangan berperanan besar dalam menahan penyebaran COVID-19. Studi yang termuat dalam jurnal Clinical Infectious Diseases tahun 2020 memperhatikan dampak sanitasi tangan pada resiko terjangkit COVID-19 untuk beberapa tenaga medis (nakes).

Hasilnya, beberapa nakes yang bekerja di bagian HRD dengan keadaan sanitasi tangan kurang maksimal saat contact dengan pasien COVID-19, mempunyai resiko semakin tinggi terjangkit SARS-CoV-2. Resiko semakin tinggi berlangsung pada beberapa nakes dibagian HRD yang mempunyai jam kerja semakin lama.

Walau hand sanitizer bisa menolong turunkan resiko penyebaran COVID-19, tapi CDC menjelaskan, bersihkan tangan dengan sabun dan air ialah langkah terhebat dalam melenyapkan kuman.

Merilis Forbes, kandung alkohol yang ada pada hand sanitizer bekerja lebih lamban dalam melenyapkan kuman, dibanding dengan sabun yang cuman memerlukan waktu 30 detik saja.

Keunggulan lain dari pemakaian sabun ialah, proses penggosokan yang selanjutnya hasilkan busa, hingga sanggup mencapai permukaan tangan lebih luas, sampai pada celah-celah kulit, hingga proses sanitasi semakin lebih efisien dan lengkap.

Tidak mencuci sabun batangan saat sebelum dipakai

Menurut CDC, berdasar satu studi, dijumpai jika kuman penyakit bisa bersembunyi dalam sabun batangan waktu dan sesudah dipakai. Untuk pastikan tidak ada peralihan kuman dari sabun ke tangan, ada banyak hal yang dapat kamu kerjakan.

Menurut Dr. Elaine L. Larson, seorang profesor emeritus, kuman pemicu penyakit atau bakteri bisa bertahan sepanjang beberapa saat pada sabun yang basah. Karena itu, jauhi menyimpan sabun batangan pada tempat yang lembap atau berair.

Dia merekomendasikan untuk mencuci sabun batangan dahulu di bawah air mengucur saat sebelum dipakai, agar kuman yang ada dapat raib terikut air yang mengucur.

Seperti kata peribahasa, menahan lebih bagus daripada menyembuhkan. Mudah-mudahan info di atas dapat menambahkan kesadaran kita untuk lakukan upaya-upaya penjagaan penebaran virus dengan pas. Diantaranya dengan menghindar kekeliruan-kesalahan waktu membersihkan tangan supaya arah sanitasi terwujud, bukanlah malahan menebarkan kuman!

Memakai Hand Dryer Sesudah Membersihkan Tangan

Kekeliruan membersihkan tangan yang malah bisa menolong penebaran bakteri serta virus yang setelah itu keringkan tangan memakai hand dryer. Menurut riset yang dikerjakan oleh Mayo Clinic, handuk kertas bisa keringkan tangan dengan bisa lebih cepat dibanding hand dryer. Riset ini mengaitkan jika handuk kertas bisa hilangkan bakteri secara efisien dan cuman mengakibatkan sedikit kontaminasi di lingkungan kamar mandi. Dari pemikiran kebersihan, handuk kertas lebih baik dibanding hand dryer. Maka bila kamu mempunyai 2 opsi ini, karena itu terus pilih handuk kertas.

Memikir Jika Sabun Anti Bakteri Lebih Baik

Sesungguhnya sabun anti bakteri sama juga dengan sabun biasa yang lain. Ini disebutkan oleh satu riset dari CDC yang mengaitkan jika tidak ada faedah kesehatan tambahan untuk customer yang memakai sabun memiliki kandungan anti bakteri dibanding dengan memakai sabun biasa. Bahkan juga beberapa kandung dalam sabun anti bakteri bisa membuat badan kita tahan pada antibiotik. Jadi tak perlu pilih sabun anti bakteri, sepanjang kamu mengikut ketentuan bersihkan tangan yang betul karena itu virus serta bakteri pasti musnah.

Tidak Memerhatikan Sisi Belakang Tangan

Kekeliruan membersihkan tangan yang bisa menolong penebaran bakteri serta virus yang paling akhir ialah tidak memerhatikan sisi belakang tangan. Sering ini diacuhkan sebab kamu begitu konsentrasi untuk bersihkan telapak tangan. Sisi belakang tangan terserang kuman. Oleh karenanya penting untuk menggosok dan bersihkan sisi belakang tangan.

Tidak Memakai Sabun Sama Sekali

Kekeliruan membersihkan tangan yang bisa menolong penebaran virus ialah kamu benar-benar tidak memakai sabun waktu membersihkan tangan. Bila kamu cuman memakai air untuk membersihkan tangan karena itu ini tidak efisien untuk mematikan kuman dan bersihkan minyak dari kulit. Kecuali bisa bersihkan tangan lebih efisien, CDC menyarankan untuk membersihkan tangan dengan sabun sebab umumnya orang condong menggosok tangan lebih cermat waktu memakai sabun.

Jarang-jarang Membersihkan Handuk Pengering Tangan

Kekeliruan paling akhir yang malah bisa menolong penebaran virus ialah kamu jarang-jarang membersihkan handuk pengering tangan. Handuk yang basah atau jarang-jarang dicuci bisa menjadi sarang virus serta bakteri. Berdasar riset yang diterbitkan oleh Food Protection Trends, diketemukan bakteri pada 82 handuk dapur rumah tangga. Riset ini mengaitkan jika “Bakteri coliform teridentifikasi pada 89% dan E. coli pada 25,6% handuk. Kedatangan E. coli berkaitan dengan frekwensi membersihkan.” Supaya terlepas dari penebaran bakteri serta virus, kamu perlu membersihkan handuk pengering tangan sekerap kemungkinan.