Masalah Peradangan Dalam tubuh

81 Masalah Peradangan Dalam tubuhMasalah Peradangan Dalam tubuh adalah salah satu mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, akan tetapi akan bermasalah jika tidak di atasi.

Peradangan adalah sebuah mekanisme tubuh dimana sistem kekebalan tubuh kita melawan berbgai macam hal penyebab penyakit yang menginfeksi tubuh kita. Inflamasi merupakan tanda bahwa tubuh kita sedang melawan penyakit di dalam tubuh.

Selain karena paparan zat berbahaya, peradangan juga dapat dipicu oleh cedera, seperti saat Dapat terbentur sesuatu.di kasus tertentu, sistem imun juga dapat salah dan menyerang sel-sel yang sehat dan menimbulkan respons peradangan. gangguan kesehatan yang muncul akibat hal tersebut disebut gangguan kesehatan autoimun. Baca juga: Gejala Dini Tumor Otak

Masalah Peradangan Yang Terjadi Dalam Tubuh

Tipe-tipe peradangan dan gejalanya

Ada dua tipe peradangan atau inflamasi, yaitu peradangan akut dan peradangan kronis. Lantas, apa perbedaan keduanya? Berikut tersebut penjelasannya.

1. peradangan akut

Peradangan terjadi dalam waktu cepat, dan biasa di sebabkan oleh ebberapa hal seperti benturan, cedera, atau infeksi. Ada lima tanda dan tanda kunci yang bisa muncul di peradangan akut, yaitu:

  • Nyeri. Rasa sakit yg di sebabkan oleh inflamasi akan terjadi terus menerus, dan terkadang hanya terjadi sesaat saja.
  • Kemerahan. Saat mengalami inflamasi, saluran darah kita akan menjadi lebih besar, dan hal ini akan membuat kulit kita lebih merah.
  • Pembengkakan. cairan yang mengumpul akiba peradangan akan menyebabkan bagian tubuh kita menjadi bengkak.
  • Rasa panas. Area yg terkena peradangan ini pada umumnya akan memiliki temperatur yg lebih tinggi. Hal ini di karenakan saluran darah bertambah kencang pada daerah tubuh tertentu.
  • Kehilangan fungsi. Empat tanda dari inflamasi yang terjadi diastas juga akan membuat tubuh kita sulit bergerak, dan membuat kita merasa sesak nafas.

Contoh gangguan kesehatan yang masuk sebagai peradangan akut antara lain:

  • Bronkitis akut
  • Radang usus buntu akut (apendisitis akut)
  • Kuku cantengan
  • Patah tulang
  • Luka gores
  • Sakit tenggorokan akibat flu

2. peradangan kronis

Jika kita melihat peradangan akut seperti diatas, untuk peradangan kronis lebih sulit untuk kita ketahui jenisnya, dan tanda gangguan kesehatan ini sulit kita lihat. Tanda peradangan kronis antara lain:

  • Demam
  • Lemas
  • Sariawan
  • Muncul ruam kemerahan di kulit
  • Sakit perut
  • Sakit dada

Tingkat dari keparahan peradangan ini dapat beragam, dapat di rasa ringan dan juga dapat di rasa parah, dan bisa terjadi dari berbulan bulan bahkan hingga tahunan. Karena itulah kondisi tersebut digolongkan sebagai gangguan kesehatan kronis.Penyebab peradangan kronis ada beragam, seperti:

  • peradangan akut yang tidak diobati
  • gangguan kesehatan autoimun, seperti psoriasis, lupus, rheumatoid
  • arthritis
  • Paparan iritan dalam jangka waktu lama, seperti di pekerja pabrik yang terus-menerus terkena paparan zat kimia tertentu

Beberapa hal juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena peradangan kronis, merupakan:

  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  • Stres kronis

Mekanisme peradangan

Menurut jurnal ilmiah tentang peradangan, saat “diserang” oleh bakteri, virus, jamur, atau benda asing, maka secara alami, tubuh akan melakukan respons perlindungan untuk menghindarkan kita dari gangguan kesehatan. Untuk menjaga kesehatan, banyak hal yg dapat menyebabkan peradangan, seperti  Hormon Histamin dan juga Bradikinin. Zat-zat yang terlibat itu dinamakan sebagai mediator peradangan.

Hal tersebut menyebabkan daerah badan yg terinfeksi akan mengalami perubahan warna dan biasa terasas lebih hangat ataupun panas. Aliran darah kita juga akan membawa sel – sel kekebalan tubuh. Sel imun tersebut akan berperang langsung melawan patogen penyebab gangguan kesehatan. Selain membawa sel kekebalan tubuh, saluran darah kita menjadi lebih besar, sehingga sel kekebalan tubuh tersebut lebih cepat mengalir ke daerah tubuh yang mengalami peradangan.

Itulah kenapa saat kita mengalami inflamasi, terjadi pembengkakan yang tidak jarang terjadi. SEmentara itu terdapat hormon yg menjadi mediator inflamasi tersebut, sehingga hal tersebut menjadi iritasi di saraf kita. Oleh karena itu, saat ada bagian tubuh yang meradang, Dapat akan merasakan nyeri.

Rasa nyeri tersebut ada fungsinya. Karena saat kita merasa sakit, tubuh kita akan secara otomatis mengirimkan sel imun untuk mencegah penyakit ang di alami menjadi lebih parah. Dan selelah tubuh kita berhasil melawan penyebab penyakit tersebut, tbuh kita akan perlahan  kembali normal dan peradangan pun mereda.

tipe-tipe obat anti peradangan

peradangan atau inflamasi tubuh beserta gejalanya, dapat mereda apabila Dapat mengonsumsi obat anti-peradangan non-steroid, obat kortikosteroid, maupun obat pereda nyeri.

1. Obat antiiflamasi non-steroid (NSAID)

tipe obat yang paling umum digunakan untuk meredakan peradangan merupakan obat golongan NSAID, seperti ibuprofen, naproxen, kalium diklofenak, sampai aspirin. Namun Apabila dikonsumsi berlebihan, obat golognan NSAID berisiko menimbulkan efek samping, seperti tukak lambung dan gangguan kesehatan ginjal.

2. Obat kortikosteroid

KOrtikosteroid merupakan satu dari beberapa tipe hormon steroid yg dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh kita karena sel imun menyerang sel sehat kita, dan mengurangi inflamasi. Hal tersebut membuat tanda sekaligus inflamasi mereda dengan sendirinya.

Walaupun dianggap mujarab dalam meredakan inflamasi di tubuh, pemakaian obat ini tidak di sarankan untuk jangka panjang. Pasalnya, Apabila dikonsumsi terlalu lama, obat tersebut berisiko menimbulkan gangguan penglihatan, tekanan darah tinggi, sampai osteoporosis.

Contoh obat golongan kortikosteroid merupakan dexamethasone, methylprednisolone, prednisone, dan triamcinolone.

3. Obat Untuk pereda nyeri

Obat pereda nyeri seperti paracetamol, juga dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri yang timbul akibat inflamasi, meski tidak dapat menyembuhkannya. Dan Obat tersebut pada umumnya di minum oleh orang yg memiliki alergi obat NSAID, saat mengalami peradangan hal ini cukup mengganggu.

Makanan yang dapat meredakan peradangan

SElain memakan obat, inflamasi di badn kita akan dapat berkurang dengan beberapa bahan alami seperti berikut.

Cabai

Tak banyak yang tahu, cabai mengandung banyak vitamin C dan anti radikal yang sangat baik untuk meredakan dan mencegah peradangan di tubuh. Cabai juga memiliki asam sinapic dan asam ferulat yang bisa mengurangi respons inflamasi.

Jamur

Ada ribuan tipe jamur di dunia tersebut. Akan tetapi yg dianggap tidak memiliki efek anti peradangan telah di temukan di Indonesia dengan jamur Shiitake dan juga jamur potabelo. Selain kaya akan vitamin B, jamur juga mengandung banyak fenol dan anti radikal yang dapat membantu meredakan inflamasi di tubuh.

Brokoli

Brokoli juga mengandung anti radikal yang dapat memberikan efek anti peradangan di tubuh. Sulforaphane, anti radikal dalam sayuran tersebut, bisa mengurangi jumlah cytokin di tubuh, yang dalam jumlah banyak berisiko memicu inflamasi.

Kunyit

Curcumin sebagai ciri khas kunyit adalah salah satu tipe zat dengan manfaat anti peradangan yang sudah tersohor. Rempah yang satu tersebut sudah terbukti dapat meredakan peradangan di radang sendi maupun diabetes.

Tomat

Tomat memiliki banyak kadar vitamin C, dan berbagai macam zat lainnya. Ketiga zat tersebut sangatlah baik untuk meredakan peradangan dan bahkan menurunkan risiko Dapat terkena kanker.